Bolehkah Mencampur Air Radiator dengan Air Biasa?

icon 14 April 2025
icon Admin

Pertanyaan klasik dan paling umum dari pemilik mobil adalah apakah boleh mengisi radiator mobil dengan air biasa?

Wajar saja bertanya seperti itu karena radiator merupakan komponen penting yang berfungsi sebagai pendingin mesin mobil. Alhasil, pemilik mobil tentu ingin memastikan cairan paling tepat yang dapat digunakan pada radiator.

Untuk mendapatkan jawaban Anda, mari simak pembahasan artikel berikut ini! Penting juga untuk Anda tahu cara merawat radiator dengan baik.

Bolehkah Mencampur Air Radiator dengan Air Biasa?

Jawabannya adalah boleh, namun dengan satu kondisi yaitu saat Anda sedang berada pada kondisi darurat. Seperti misalnya, saat mobil mengalami overheat saat perjalanan jauh sedangkan cairan coolant tidak tersedia.

Dalam situasi tersebut, Anda dapat menambahkan air biasa ke dalam radiator sebagai solusi sementara untuk mendinginkan mesin.

Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mencampur Air Radiator dengan Air Biasa

Adapun beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mencampur air radiator dengan air biasa. Berikut penjelasannya:

  • Gunakan Air Mineral

Mencampurkan air biasa ke dalam radiator sebaliknya menggunakan air kemasan mineral daripada air keran. Karena air keran berpotensi meningkatkan risiko korosi yang dapat terjadi pada komponen radiator mobil Anda.

  • Tunggu Mesin Dingin

Sebelum mencampurkan air biasa, Anda disarankan untuk menunggu mesin mobil dingin terlebih dahulu. Hal ini juga berguna demi mencegah cedera tangan Anda yang diakibatkan oleh uap panas radiator.

  • Mencampurkan Air Biasa Secukupnya

Campurkan air biasa ke dalam radiator secukupnya. Hindari mengisi penuh radiator dengan air biasa untuk menghindari risiko korosi dan kerusakan radiator di kemudian hari.

  • Segera Ganti dengan Cairan Coolant

Segera ganti cairan biasa dengan cairan coolant jika Anda sudah mendapatkan kesempatan. Hal tersebut demi mencegah terjadinya penumpukan endapan dari air biasa yang dapat merusak komponen radiator.

Cara Mengganti Air Radiator Setelah Dicampur Air Biasa

Untuk menjaga kondisi komponen radiator mobil Anda, maka perlu tahu cara mengganti air radiator setelah dicampur air biasa. Berikut cara yang dapat Anda lakukan:

  • Mendinginkan Mesin Mobil

Pastikan mesin mobil Anda dalam posisi sudah dingin dan jangan buka tutup radiator saat mesin overheat. Lakukan cara ini di tempat parkir yang rata agar memudahkan proses pengurasan.

  • Menguras Air Radiator Lama

Saat menguras air radiator lama, Anda dapat membuka baut pembuangan yang berada di bagian bawah radiator. Pastikan seluruh air radiator keluar ke dalam wadah.

Anda juga dapat menguras tabung reservoir agar masing-masing tangki bersih dari endapan air radiator yang bercampur dengan air biasa.

  • Mengisi Coolant Baru

Berikutnya, Anda dapat mengisi radiator dan tabung reservoir dengan coolant baru dengan menggunakan corong. Pada proses ini, Anda dapat mengisinya hingga level maksimum.

Lalu, nyalakan mesin mobil Anda agar cairan coolant bersirkulasi dan membuang udara yang terjebak di dalamnya.

  • Lakukan Pengecekan Akhir

Terakhir, Anda dapat melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada kebocoran pada baut atau selang-selang pembuangan yang berada di bawah.

Penjelasan di atas dapat dipahami bahwa mencampurkan air radiator (coolant) dengan air biasa diperbolehkan dengan beberapa syarat. Pada akhirnya, Anda hanya boleh mengisi radiator dengan cairan khusus coolant yang berbasis Ethylene Glycol.

Penting untuk tidak menggunakan air biasa sebagai pengisi tabung radiator. Hal ini demi performa mesin yang lebih baik dalam jangka panjang.

Jika Anda butuh bantuan untuk mengganti cairan radiator, hubungi teknisi bengkel Suzuki terdekat sekarang!