Tips Aman Mempersiapkan Road Trip di Jalur Pansela Jawa Tengah
Di tanjakan panjang dan cuaca panas, pendingin bekerja keras. Periksa tinggi cairan di tabung cadangan, antara garis bawah dan atas, saat mesin dingin. Lihat kisi radiator dari depan. Kotoran tanah dan sisa serangga bisa menyumbat sirip, dan semprotan air bertekanan sedang cukup untuk membersihkannya.
Kalau jarum suhu naik, matikan AC sejenak dan kurangi beban mesin.
Mobil Juga Harus Siap Berhenti Sendiri
Di jalur sepi, kejadian kecil bisa menahan perjalanan lama. Beberapa hal yang tidak boleh dilewatkan:
- Tekanan ban sesuai stiker di pilar pintu pengemudi, diukur saat ban dingin. Jangan mengurangi tekanan karena takut meledak. Ban yang kurang angin justru menumpuk panas di dinding ban.
- Ban serep, dongkrak, dan kunci roda dalam kondisi siap pakai.
- Bahan bakar terisi penuh sebelum masuk ruas yang jarang ada SPBU.
- Kondisi tapak ban. Cek keausan dan retak.
Di mana titik peristirahatan paling ideal untuk menjaga ritme berkendara?
Tempat singgah terbaik biasanya berada di area yang menyediakan bahan bakar, musala yang terawat, dan area sirkulasi udara terbuka. Menjelajahi jalur pansela sebaiknya tidak dihabiskan dengan memacu kecepatan secara tergesa-gesa. Mengemudi jarak jauh di jalan yang lurus dan sepi di antara ladang dan bukit kapur rentan memicu kelelahan visual.
Berhentilah setiap dua atau tiga jam sekali. Ini langkah teknis yang perlu diambil. Saat mobil diparkir di tempat teduh, suhu ban, oli transmisi, dan komponen suspensi akan turun kembali ke batas kerja normal.