Efek Perjalanan Jauh terhadap Mesin Mobil dan Cara Mengatasinya

icon 28 February 2025
icon Admin

Melakukan liburan dan perjalanan jauh memang menyenangkan, namun setelah kembali dari perjalanan jauh jangan lupa untuk memeriksa kondisi mesin mobil. Setelah dipakai perjalanan jauh, biasanya ada beberapa masalah yang muncul pada mobil.

Permasalahan yang sering terjadi setelah perjalanan jauh di antaranya yaitu kampas rem menipis, kebocoran oli, dan sebagainya. Lalu, apa saja efek samping yang biasa terjadi pada mobil setelah liburan? Berikut ulasannya.

Efek Perjalanan Jauh pada Mesin Mobil

Sebelum digunakan untuk beraktivitas seperti biasa, maka jangan lupa untuk memeriksa mobil setelah liburan. Berikut beberapa efek perjalanan jauh pada mobil yang perlu Anda waspadai.

  • Kinerja Mesin Menurun

Pertama, bagian yang biasa terkena dampak perjalanan jauh adalah bagian mesin. Kinerja mesin bisa menurun apabila mobil digunakan dalam waktu lama dan kondisi yang ekstrim.

Penurunan kinerja mesin biasanya terjadi secara bertahap sehingga perubahannya mungkin tidak begitu terasa. Anda bisa mengetahui keausan mesin dengan melakukan pemeriksaan pada komponen mesin. 

  • Kampas Rem Menipis 

Efek perjalanan jauh pertama yaitu kampas rem mobil menjadi lebih tipis. Semakin jauh dan semakin lama perjalanan, maka semakin tipis pula kampas rem. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kampas rem Anda.

Apabila kampas rem sudah kurang dari 1 mm maka segera ganti kampas rem mobil Anda dengan yang baru. Kampas yang terlalu tipis bisa menyebabkan pengereman kurang maksimal. Selain itu, jangan lupa cek minyak rem dan ganti setiap 20 km. 

  • Ban Aus

Selain kampas rem, bagian mobil lain yang bisa mengalami keausan karena perjalanan jauh adalah ban mobil. 

Sama seperti kampas, semakin lama dan semakin jauh perjalanan, maka akan semakin menipis ban mobil Anda. Periksa kondisi ban mobil Anda apakah ada tanda-tanda ban aus atau tidak. 

Beberapa tanda ban aus yang perlu Anda perhatikan diantaranya yaitu permukaan ban gundul, retak, atau muncul adanya benjolan. Apabila Anda mendapati ciri-ciri tersebut maka segera ganti ban mobil Anda.

Selain bagian ban, jangan lupa untuk memeriksa bagian roda mobil. Apabila roda mobil Anda terasa kurang nyaman dan kurang seimbang, maka Anda bisa melakukan spooring dan balancing di bengkel resmi terdekat.

  • Penurunan Performa Oli Mesin

Seperti yang Anda ketahui, oli mesin mobil berfungsi untuk melumasi dan mendinginkan komponen mesin. 

Semakin sering komponen mesin bekerja maka semakin menurun pula performa oli. Oleh karena itu, Anda harus memeriksa kondisi oli setelah bepergian jauh.

Kotoran atau residu berlebih pada oli bisa menyebabkan kinerja mesin terhambat dan rusak jika terus dibiarkan. Oli mobil sendiri sebaiknya Anda ganti setiap 10 ribu km. 

  • Berkurangnya Cairan Pendingin Mesin 

Perjalanan jauh bisa mengakibatkan mesin mengalami overheating. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memeriksa level cairan pendingin mesin. Pastikan jika tidak ada kebocoran atau kerusakan pada sistem pendingin.

Sistem pendingin yang baik akan menjaga suhu mesin tetap stabil. Kerusakan mesin karena overheating juga bisa dihindari.

Itulah beberapa efek perjalanan jauh pada mesin mobil yang perlu Anda waspadai. Kerusakan kecil pada mobil apabila tidak diatasi segera, maka bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Anda bisa melakukan perbaikan di bengkel resmi terdekat.