Membiarkan Mobil Kotor Terlalu Lama Bisa Merusak Part Mobil Ini
Mobil kotor seharusnya segera dicuci dan dikeringkan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika bila dibiarkan terlalu lama, namun juga merusak berbagai komponen. Alhasil, biaya lebih besar dibutuhkan untuk memperbaikinya.
Salah satu komponen tersebut adalah cat mobil yang memang bersinggungan langsung dengan kotoran. Bagian-bagian lainnya dapat diketahui dengan menyimak ulasan berikut.
Komponen yang Rusak Jika Mobil Kotor Dibiarkan
Saat lama dibiarkan atau digunakan saat hujan turun, mobil akan menjadi kotor. Dalam kondisi ini, Anda perlu segera membersihkannya. Jangan terlalu lama menundanya karena kondisi tersebut bisa berdampak buruk bagi sejumlah komponen ini:
-
Cat Body
Komponen pertama yang bisa rusak bila mobil dibiarkan kotor adalah cat beserta pernisnya. Kotoran akan menembus pernis dan merusak cat bila dibiarkan terpapar panas matahari dan mendingin saat malam hari dalam jangka waktu lama.
Hal ini juga akan membuat plat besi body menjadi tidak terlindungi. Akibatnya, uap air pada udara maupun air hujan akan langsung mengenai plat tersebut sehingga mudah berkarat.
-
Sistem Pengereman
Debu maupun partikel halus lainnya bisa masuk ke dalam sistem pengereman. Bila tercampur dengan cairan, seperti air hujan dan lumpur, maka mereka akan mengeras di dalam cakram.
Kotoran ini akan menggores piringan cakram saat Anda mengerem. Alhasil, daya cengkeramnya berkurang diikuti dengan bunyi berdecit. Selain itu, kotoran juga bisa menumpuk pada pisten kaliper sehingga sistem pengereman pun macet.
-
Filter AC Kabin dan Evaporator
Bila area di bawah kaca depan dekat kap mesin dipenuhi kotoran, maka ia akan terhisap ke saluran udara saat AC menyala. Hal ini akan membebani filter AC karena harus menahannya hingga tersumbat.
Kondisi akan bertambah parah bila Anda tetap membiarkan mobil kotor karena filter AC tidak bisa menyaring lagi. Alhasil, kotoran akan masuk dan menempel pada evaporator sehingga memicu kebocoran dan korosi.
-
Kaki-Kaki dan Kolong Mobil
Bagian ini sering diabaikan karena tidak terlihat secara kasat mata dari luar. Padahal bila dibiarkan kotor, partikel halus akan menempel pada berbagai komponen, seperti suspensi dan shockbreaker. Terlebih lagi bila partikel tersebut tertahan lumpur.
Hal ini akan membuat sejumlah komponen logam berkarat sehingga membahayakan keselamatan. Selain itu, bagian karet juga akan kering, robek, hingga pecah karena partikel halus ini bertindak layaknya amplas.
-
Kaca
Kaca sering dianggap sebagai komponen keras yang tidak mudah rusak saat terkena debu atau kotoran lainnya. Padahal, mineral dari kotoran bisa tertinggal dan mengkristal di pori-porinya.
Dampak dari kondisi ini adalah munculnya jamur sehingga permukaan kanca menjadi lebih kasar. Bila wiper dinyalakan, karetnya bisa tersendat dan cepat robek. Selain itu, kristal kotoran ini juga mampu menggores kaca sehingga timbul baret.
-
Bagian Interior
Kotoran juga bisa masuk ke dalam kabin karena alas kaki atau tumpahan makanan. Bila tidak segera dibersihkan, kotoran tersebut akan menjadi nutrisi bagi bakteri, jamur, serta mikroorganisme lainnya. Jadi, mereka akan lebih mudah berkembang biak.
Dampaknya pun beragam, tergantung bagian kabin mana yang terkena. Bila terkena jok, maka bau apek dan noda yang sulit dihilangkan akan muncul. Selain itu, kabin kotor juga bisa mengganggu kesehatan.
Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebaiknya Anda tidak membiarkan mobil kotor terlalu lama. Segera bersihkan atau cuci jika mengalaminya. Sejumlah tips menarik tentang mobil lainnya dapat dilihat di sini.