Radiator Cepat Panas? Ini Risikonya ke Bagian Mobil
Radiator mobil memiliki peran yang cukup penting, yaitu mendinginkan mesin agar tidak mengalami overheat. Jadi, mesin tetap dalam keadaan prima meskipun selalu digunakan untuk menempuh perjalanan.
Sayangnya, radiator bisa mengalami kerusakan hingga suhunya mudah naik. Berbagai bahaya mengintai di balik situasi tersebut dan dapat diketahui dalam ulasan menarik berikut.
Bahaya Radiator Mobil Cepat Panas
Radiator menjadi komponen penting bagi sistem pendinginan mesin. Hal inilah yang membuatnya eksis hingga saat ini. Namun, berbagai gangguan bisa membuatnya cepat panas, seperti tersumbat, kekurangan cairan pendingin, dan adanya kebocoran.
Jika dibiarkan, aneka risiko bisa dialami oleh mobil, seperti:
-
Merusak Sistem Pendinginan
Panasnya radiator bisa membuat mesin menjadi overheat. Masalah ini akan berbalik kepada radiator itu sendiri sebagai sistem pendinginan. Hal ini disebabkan air di dalamnya akan mendidih dan berubah menjadi uap.
Uap tersebut akan menekan ke segala arah dengan sangat kuat. Jika sudah terlampau kuat dan komponen pendinginan tidak bisa menahannya, maka ia akan retak bahkan pecah. Contoh komponen tersebut adalah sambungan selang dan tanki plastik.
-
Melengkungnya Kepala Silinder
Mesin mobil mempunyai kepala silinder yang terbuat dari besi cor atau aluminium. Meskipun terlihat kuat, komponen tersebut tetap memiliki batas untuk menahan panas terutama dalam jangka waktu lama.
Jika mesin terlalu panas akibat radiator juga ikut panas alih-alih mendinginkannya, kepala silinder ini akan melengkung. Akibatnya, permukaannya tidak akan rata dengan blok mesin sehingga tenaganya akan drop. Bahkan, kompresi juga bisa bocor.
-
Gasket Terbakar
Radiator mobil yang cepat panas membuat kinerja thermostat menurun. Jika thermostat macet, air panas tidak bisa dialirkan dari mesin sehingga membakar gasket. Padahal fungsinya penting, yaitu menyekat blok mesin dan kepala silinder.
Bila gasket terbakar, air radiator akan keluar ke knalpot hingga menimbulkan asap putih pekat. Selain itu, air tersebut juga dapat masuk ke jalur oli. Akibatnya, mesin akan bergetar dan sulit dinyalakan. Alhasil, mobil tidak bisa digunakan.
-
Piston Macet atau Menempel
Radiator yang berfungsi dengan normal dapat menjaga kondisi piston. Namun saat panas dalam waktu lama, piston akan memuai. Akibatnya, ukurannya akan lebih besar daripada wadahnya, yaitu lubang silinder.
Jika dibiarkan begitu saja, lama-lama piston akan menggesek dinding silinder. Ukurannya yang semakin membesar akan membuatnya macet total. Alhasil, mesin pun mati dan perlu diturunkan atau overhaul.
-
Blok Mesin Retak
Blok mesin mempunyai fungsi yang sangat penting bagi mobil. Jika radiator bersuhu tinggi, blok tersebut akan ikut panas sehingga logamnya pun memuai. Hal ini terjadi seiring dengan naiknya tekanan blok.
Dalam jangka waktu tertentu, logam blok akan retak karena tidak mampu menahan pemuaian dan tekanan. Akibatnya, oli dan air akan bercampur sehingga mesin harus diganti seluruhnya.
-
Kualitas Oli Turun
Bila radiator cepat panas, kegagalan fungsinya dalam mendinginkan mesin akan terjadi. Salah satu akibatnya adalah suhu oli ikut naik melampaui batas kemampuannya. Alhasil, molekulnya akan pecah hingga teksturnya menjadi encer.
Kondisi ini membuatnya tidak bisa melindungi logam yang bergesekan saat mesin dinyalakan. Tentu komponen akan aus walaupun pelumas masih penuh.
Gangguan pada radiator mobil ini perlu segera diatasi agar tidak menimbulkan berbagai masalah lainnya. Selain itu, mesin juga akan lebih awet dan berfungsi sebagaimana mestinya. Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut untuk mengatasinya, silahkan klik di sini.