Perbedaan Shockbreaker Gas dan Oli, Mana yang Lebih Baik?

Pemilik mobil perlu mengetahui bahwa ada 2 tipe shockbreaker, yaitu shockbreaker gas dan oli. Kedua tipe ini tentu memiliki perbedaan karakteristik serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Sebagai pemilik mobil, Anda perlu mengetahui informasi detail tentang keduanya. Hal tersebut karena komponen shockbreaker merupakan sistem suspensi yang berfungsi untuk menyerap kejutan saat di jalan raya.
Jadi, mobil Anda lebih terasa lembut dan halus ketika bergerak. Mari simak bersama-sama informasi terkait shockbreaker oli dan gas berikut ini!
Perbedaan Shockbreaker Gas dan Oli
Komponen shockbreaker biasanya terletak di dalam pegas coil dan memiliki piston yang jadi pemisah dua ruang berisi fluida atau cairan oli shockbreaker. Namun, apa yang membedakan 2 jenis shockbreaker ini? Temukan jawabannya di bawah ini!
-
Pemakaian dan Karakteristik
Perbedaan antara shockbreaker jenis gas dan oli dapat Anda lihat dari pemakaian dan karakteristik.
Karakteristik shockbreaker gas tentu lebih keras dibandingkan shockbreaker tipe oli dikarenakan ada gas nitrogen yang memberikan dorongan pada oli shockbreaker.
Sedangkan, karakter shockbreaker oli sama pada umumnya yaitu mengandalkan pelumas untuk meredam rasa kejut saat berkendara.
Dilihat dari segi ketahanan, shockbreaker gas lebih tahan lama daripada tipe oli karena gas nitrogen mampu menjadi peredam panas.
-
Efek Gas yang Ditimbulkan
Perbedaan tipe shockbreaker tipe gas dan oli terletak pada efek gas yang ditimbulkan. Beberapa orang berpendapat bahwa shockbreaker gas memiliki efek banting yang lebih keras dibandingkan shockbreaker jenis oli.
Tekanan dari shockbreaker gas lebih tinggi dibandingkan shockbreaker oli. Maka, terkadang pada mobil tertentu, komponen shockbreaker tidak sepenuhnya terisi gas dan bercampur sedikit dengan oli.
-
Komponen Pendukung
Secara desain, shockbreaker jenis gas dan oli memiliki kesamaan. Hanya saja ada perbedaan mendasar yaitu dari komponen pendukung, yang mana tabung kedua jenis shockbreaker memiliki perbedaan.
Tabung shockbreaker gas tentu berisikan gas, sedangkan tabung shockbreaker oli berisi oli atau pelumas. Selain itu, tabung shockbreaker gas cenderung memiliki tekanan lebih rendah dibandingkan shockbreaker oli.
-
Perbandingan Kinerja Shockbreaker
Terakhir, Anda dapat melihat perbedaan antara shockbreaker jenis gas dan oli dari perbandingan kinerja.
Shockbreaker gas cenderung lebih responsif ketika mobil Anda melaju. Berbeda dengan shockbreaker oli yang membutuhkan waktu lama untuk merespons.
Maka dari itu, penggunaan dua jenis shockbreaker ini ditentukan oleh jenis mobil apa yang Anda kendarai. Jika Anda cenderung menggunakan kendaraan berkecepatan tinggi, membawa beban berat atau dalam kondisi ekstrem, shockbreaker gas cocok digunakan.
Sebaliknya, jika Anda memiliki kendaraan untuk pemakaian normal sehari-hari, jenis shockbreaker oli lebih cocok. Inilah pentingnya untuk memilih shockbreaker berdasarkan jenis dan kebutuhan gaya berkendara Anda.
Kelebihan dan Kekurangan Shockbreaker Jenis Gas dan Oli
Sempat dibahas singkat di atas mengenai kekurangan dan kelebihan shockbreaker gas dan oli. Beberapa kelebihan dan kekurangan jenis-jenis shockbreaker dapat Anda pahami dari penjelasan di bawah ini:
-
Kelebihan dan Kekurangan Shockbreaker Gas
Kelebihan shockbreaker gas terletak pada respons dan presisi yang tinggi. Mobil dengan tekanan gas tinggi dapat distabilkan oleh shockbreaker sehingga kendali dan stabilitas sangat optimal.
Selain itu, shockbreaker gas lebih optimal dalam meredam panas sehingga tidak mudah aus. Kekurangan shockbreaker gas hanya terletak pada harganya yang sangat mahal. Namun, hal ini selaras dengan usia pemakaian dan durabilitas yang tahan lama.
-
Kelebihan dan Kekurangan Shockbreaker Oli
Di sisi lain, shockbreaker oli juga memiliki kelebihan yaitu kenyamanan yang lebih tinggi untuk Anda yang memiliki kendaraan dengan gaya pemakaian rendah atau di jalan yang relatif halus.
Bantingan yang empuk cocok digunakan untuk Anda yang ingin lebih nyaman berkendara sehari-hari, seperti di jalanan kota.
Lalu, keterbatasan shockbreaker oli yakni ada pada responsivitas yang lebih rendah dan butuh perawatan ekstra karena rentan bocor.